Islam itu Mudah

Ketika saya membaca buku-buku yang dianggap induk pengembangan diri  seperti A Man Search of Meaning (sumber ide 7 Habbits Covey Sr) karya Victor Frank dan A Man as Thinked karya James Allen yang merupakan buku inspirasi bagi motivasi sekarang serta buku Compass To Fulfillment karya Kazuo Inamori dan buku lainnya di mana mereka orang-orang pintar, saya menemukan suatu fakta bahwa mereka selalu mencari apa tujuan dan makna hidup ini hingga mereka meninggal.
Bagi kaum muslimin, Islam sebagai sebuah hidayah merupakan keberkahan luar biasa yang diberikan Allah SWT sebagai suatu nikmat Islam. Dan Maha Suci  Allah, Yang Maha Pengasih dan Penyayang yang tahu kebutuhan mahluq ciptaanNya sehingga mewariskan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai pedoman hidup kaum muslimin hingga kita tak perlu bersusah payah mencari apa tujuan dan makna hidup itu. Pada Al Qur’an dan As Sunnah tertulis makna dan tujuan hidup kaum muslimin sehingga kaum muslimin tidak.perlu mencari tujuan dan makna hidup. Al Quran dan As Sunnah mengatur seluruh aspek kehidupan dari masuk ke wc  hingga politik.
Para Imam Mazhab dan Mufassirin yang memiliki.kedalaman ilmu dan akhlaq yang mulia telah mensyarah Al Quran dan As Sunnah dengan berbagai kitab yang menjadi rujukan dan mempermudah kaum muslimin untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Namun sejak peradaban Islam tertidur dan sekarang peradaban dimenangi oleh Barat, maka pemikiran-pemikiran barat menjadi mainstream yang diadopsi oleh hampir seluruh dunia.      pemikiran Islam yang sempurna dan menyeluruh karena dicipta oleh Yang Maha Sempurna yakni Allah SWT terhijab oleh pemikiran-pemikiran barat. Ini semua merupakan hal yang wajar karena siapa yang menguasai peradaban sekarang akan mendominasi pemikiran-pemikiran dunia.
Pemikiran-pemikiran Barat yang diusung oleh filsuf Freud, Carl Jung, Adler, Sartre, Frankl telah lama mendominasi pemikiran-pemikiran di dunia. Pemikiran mereka menjadi rujukan-rujukan di Barat dan diikuti kaum Muslimin.
Dalam ekonomi, kaum muslimin tanpa menyadari mengikuti pemikiran kapitalis yang diemban oleh Adam Smith yang filosofinya adalah produksi, produksi dan produksi. Padahal, Adam Smith adalah orsng yang taat pada agamanya, namun Ia tak menemukan aturan-aturan ekonomi pada kita sucinya. Ekonomi kapitalisme ini pun digadang-gadang yang dapat mensejahterahkan rakyat, namun aturan yang tambal sulam ini menyengsarakan rakyat. Walaupun ditambal sulam oleh Keynes, Milton Friedman dsn neo klasik lainnya, tetap saja ekonomi kapitalisme ini menyengsarakan rakyat dan hanya menjadikan segelintir.orang kaya. Hingga Mahbub Ulhaq dalam bukunya menyatakan pertumbuhan ekonomi merupakan cara yang kejam dalam menyengsarakan rakyat. George Soros menyatakan juga Kapitalisme memasuki kehancuran jika ada pemikiran ekonomi yang menggantikannya.
Dalam politik, kaum muslimin mengikuti pemikiran Jhon Lock dengan Trias Politika. Trias Politika sebenarnya muncul dari pemikiran Jhon Lock yang melihat perselisihan, pertentangan dan ketidatertiban di negara-negara Eropa yang saat itu berada dalam era kegelapan. Kemudian, Ia berjalan-jalan ke Timur Tengah dan melihat hal-hal yang menakjubkan keberadaan masyarakat kaum muslimin yang memiliki peradaban tinggi disertai ketertiban masyarakat yang begitu mengesankan  karena menjalan syariat Islam secara kaffah. Karena kebencian kepada Islam, Jhon Lock memodifikasi sistem tata kelola pemerintahan di dunia Islam saat itu untuk diterapkan di negaranhs dengan trias politica, yakni ada eksekutif, yudikatif dan legislatif.
Begitulah kondisi kaum muslimin saat ini. Namun ditengah tragedi ini, kita harus optimis bahwa kebaikan yakni Islam akan dimenangkan sesuai janji Allah dan Rasulullah SAW. Tentu saja kemenangan ini harus menjalankan kaidah kausalitas yakni menjadikan Islam sebagai panglima utama pemikiran kita dengan nilai halal dan haram serta terpuji dan tercela sebagai suatu yang sangat berharga. Bagaimana caranya?
Belajar Islam  dengan tekun dan terus menerus dan mulai menerapkannya sesuai kemampuan kita yakni memulai dengan hal-hal kecil sehingga nilai-nilai Islam terinternalisasi dan mengkristal dalam diri. Dalam era data teknologi, kita dapat mendengarkan kajian Islam dari Mas Salim A. Fillah, Mas Felix , Aa Gym, Syekh Ali Jaber dan yang lainnya yang kita percayai. Insya Allah dengan izin Allah pemikiran Islam akan melekat dan menjadi pedoman hidup. Semoga Allah SWT memberi keberkahan kepada kita semuanya dan mempertemukan kita di JannahNya dan berjumpa dengan manusia yang paling mulia yang selalu kita impikan yakni Rasulullah SAW, aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s