Memahami Konteks

Ketika membaca sesuatu, sebaiknya kita harus memahami konteks agar dapat memahami teks-teks yang ada secara jernih. Misalnya, membaca tulisan seseorang, kita harus memahami latar belakang penulis, di media massa mana tulisan tersebut dibuat, dan keberadaan si penulis. Contohnya, Adam Smith yang menelurksn faham Kapitalisme dengan bukunya The Wealth of Nation dengan invisible handnya. Apa-apa yang ditulisnya dilatarbelakangi oleh kondisi tempat tinggalnya di mana Ia berada. Karena Adam Smit juga manusia seperti kita yang terbatas dan lemah, pastilah Kapitalisme tidak cocok untuk semua negara/tempat. Hal itu terbukti dengan terjadinya Great depression.
Begitu pula dengan pemikiran politik yang dicetuskan John Locke, Rosseau dan Montesque yang kemudian dikenal dengan Trias Politica. Padahal awalnya, John Locke adalah yang mempopulerkan liberalisme yang menyatakan bahwa manusia tidak perlu diatur dengan UU karena fitrah manusia baik. Namun pada kenyataannya di negerinya berlangsung ketidaktertiban di tengah-tengah masyarakat hingga harus dibuat UU melalui trias politica. Artinya, sama dengan Adam Smith yang juga manusia, pastilah pemikiran John Lock dibatasi lingkungannya dan kelemahannya sebagai manusia sehingga ilmu yang berasal darinya tidak sesuai fitrah manusia yang akan menimbulkan perselisihan antar manusia dan tidak sesuai untuk negara lain.
Membaca tulisan-tulisan segelintir muslim yang terliberalkan oleh pemikiran-pemikiran barat yang selalu bertanya tentang keotentikan kitab sucinya sendiri yakni Al Qur’an yang terkadang juga menafsirkan menurut nafsunya. Maka dengan memahami konteks, kita memahami latar belakang mereka yang belajar kepada orientalis yang berbeda keyakinan untuk menafsirkan Al Quran. Aneh. Segelintir muslim yang terliberalkan mempelajari Al quran dengan heurminitika yakni meragukan keotentikan Al Qur’an dengan menyamakan Al quran dengan kitab suci para gurunya. Namun kita harus menyadari, begitulah tugas mereka yang  terliberalkan dengan upah materi agar mema kaum muslimin tanpa sadar tidak menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidupnya karena  keraguannya. Inilah yang disebut dengan perang pemikiran (gazwul fikri).
Perang pemikirsn merupakan strategi perang yang sangat ampuh yang diperkenalkan oleh sebuah pertanyaan dari Napoleon Bonaparte kepada sekelompok para raja di Eropa yang kurang lebih seperti Bagaimana saudara-saudara mengambil berlian yang terletak di tengah-tengah permadani luas tanpa menyentuh permadani tersebut dan tanpa  alat?” Tak mungkin, semua serentak menjawab. Begini caranya, jawab Panglima besar, “ Katakan kepada pemilik berlian bahwa berlian itu buruk, jelek dan tak berguna untuk si pemilik sedemikian rupa sehingga sang pemilik berlian membuangnya atau memberikan kepada kita.
Bagaimana dengan membaca ayat-ayat Al-Quran? Al  Qur’an merupakan firman Allah SWT yang menciptakan alam semesta, manusia dan kehidupan, pastilah Allah SWT Yang Maha Mengetahui ini, mengetahui apa-apa yang dibutuhkan manusia hingga Allah SWT meninggalkan pedoman hidup bagi kaum muslimin berupa Al Quran dan As Sunnah. Allah SWT Maha Sempurna, yakinlah juga bahwa aturanNya sempurna dan menyeluruh hingga aturan-aturan tersebut cocok di mana saja. Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, membaca satu huruf mendspatkan pahala bagi kita. Maha Suci Engkau Ya Allah.
Memahami konteks ayat-ayat Al Quran dengan keyakinan juga penting yakni memahami di mana ayat tersebut turun, apakah di Makkah atau Madinah sehingga kita tidak tergopoh-gopoh untuk menyimpulkan hanya berdasarkan tekstual semata. Tentu saja, belajar Islam haruslah dengan guru yang kita percayai -bukan saya krn saya tidak ahli agama- dan kitab-kitab rujukkan kaum muslimin yang telah disepakati oleh jumhur ulama.
Membaca tidak hanya merangkai kata demi kata atau alinea demi alinea sehingga tersusun kalimat indah terbaca, namun perlu juga memahami konteks sehingga kita memiliki pemahaman yang menyeluruh pada apa-apa yang kita baca dan insya Allah kita menaklukan dunia hingga  terjadi era kebajikan-kebajikan yang penuh rahmatan lil alamin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s