Mengelola (A)marah dan Menjaga Keutuhan

Emosi negatif yang paling mengasyikkan adalah amarah. Oleh karena itu amarah merupakan emosi yang sangat sulit ditahan. Marah merupakah sikap yang manusiawi karena emosi tersebut melekat saat manusia dicitakan Allah. Jika ada orang yang tidak memiliki amarah, mungkin ada sel yang putus di otaknya.

Namun yang penting bagi kita dapat berpikir tenang/ bersikap di antara ruang stimulus dan respon. Bagaimana respon kita terhadap penghinaan atau pelecehan kitab suci atau Tuhan kita? Kita sepakat, setiap orang akan marah bila Kitab sucinya atau Tuhannya dihina. Contohnya, seorang yang menghina agama hindu ditahan di Bali; Marahnya unat Kristiani saat peluncuran film The Da Vinci Code; Marahnya umat Islam terhadap Salman Rusdie; dan sebagainya.

Saya pun sangat marah ketika Ahok menyatakan bahwa orang-orang dibodohi surat Al Maidah: dalam memilih pemimpin. Secara tidak langsung Ia mengatakan bahwa Al Qur’an yang merupakan firman Allah adalah sebuah kedustaan. Kemarahan saya kepada Ahok, bukan kepada agama yang dianutnya, etnis yang melekat pada dirinya tetapi perilakunya yang melecehkan Kktab Suci Al Qur’an. Saya tak akan marah pada umat kristiani atau etnis Cina seperti Kwik Gian Gie atau teman lainnya karena integritas dan kecintaan pada negeri ini serta perilakunya tidak melecehkan kitab suci atau Tuhan saya. Allah SWT pun melarang umat Islam mengolok-olok Tuhan agama lain karena nanti mereka juga akan mengolok-olok Allah SWT.

Namun kamarahan yang membuncah meilhat pelecehan kitab suci (stilumulus), perlu kita sikapi dalam konteks NKRI bahwa kita tak boleh melakukan kekerasan. Dakwah tanpa kekerasan seperti diajarkan oleh manusia yang paling mulia yang aku mengharapkan betemu di akhirat nanti. Rasulullah SAW yang memiliki ahlaq mulia bagai Al Qur’an berjalan mencontohkan dakwah tanpa kekerasan saat futuh Makkah. Para penduduk Makkah yang dulu menyakiti dsn menyiksa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat menduga bahwa Rasulullah SAW akan membunuh mereka. Namun, utusan Allah SWT yang memiliki hati yang lembut ini tak membalas dendam dan tidsk melakukan pembunuhan.

Perilaku yang mulia itu pun dilakukan selanjutnya oleh Sultan Al Ayubi, Suktan Muhammad Al Fatih dsn pasukan Islam lainnya seperti penakllukan Andalusia (Spanyol), Kontantinopel (Turki), Baitul Maqdis (Palestina) dan kota lainnya.

Kemarahan yang disertai kekerasan akan mengakibatkan perpecahan negeri in karena ulah seorang yang sangat sombong yang pernah menyatakan, jika Tuhan ngaco saja saya lawan. Oleh karena itu, kita lebih utama menjaga keutuhan negeri tempat kita berpijak.

Menjaga keutuhan negeri tempat berpijak lebih utama daripada menumpahkan amarah yang berakibat terpecah belahnya negeri ini. Perilaku menjaga keutuhan ini, teringat akan sikap yang dipilih oleh Ali bin Abi Thalib ra sebagai Khalifah yang lebih mengutamakan menjaga keutuhan Madinah dsripada mencari pembunuh Usman bin Affan ra walaupun sebagian sahabat yang mulia menuntut Ali ra mencari pembunuh Usman ra.
Pertikakan negeri ini akan menguntungkan negara-negara lain yang menginginkan Indonesia lemah dan terpecah belah seperti yang terjadi pada negeri-negeri Balkan, Asia Tengah (Pakistan, Afganistan, Bangladesh) dan Timur Tengah. Pengkotak-kotakan negara menjadi negara-negara kecil lebih mudah bagi negara lain untuk menguasai atau mendominasinya seperti yang dilakukan pada negara Timor Leste.
Oleh karena itu, silahkan umat Islam sangat marah kepada perilaku seorang yang melecehkan Al Qur’an dan Allah SWT, namun tanpa kekerasan. Biarkan Pemerintah yang berwenang menjaga dan memelihara urusan rakyat dan negeri ini bertindak dengan adil, manusiawi dan sama di depan hukum agar ketertiban umum di tengah masyarakat terciipta seperti yang dicontohkan oleh Khalifah Umar ibnu Khattab ra ketika mencopot salah satu gubernurnya karena pengaduan seorang karena masalah kecil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s