Mengelola Emosi

Sambil minum lemon tea hangat ditemani sepotong roti yang berjumpa dengan hati yang lembut di ruang-ruang rasa, yuk kita nikmati kepekaan emosi…..

Dalam hati manusia bersemayam emosi positif dan negatif.
Cinta dan benci
Senang dan sedih
Semangat dan malas
Tenang dan takut
Damai dan gelisah
Bangga dan malu
Ramai dan sepi

Ingin rasanya hati selalu diselimuti emosi positip agar selalu senang dengan menghilangkan emosi negatif namun itu tak mungkin karena Allah menciptakan kedua emosi tersebut melekat pada diri manusia.

Tanpa emosi negatif, kehidupan manusia bagaikan padang pasir netralitas yang datar dan membosankan bagai dunia tanpa wanita. Tanpa emosi negatif, manusia akan terkucil dari kekayaan hidup itu sendiri. Tanpa emosi negatif, tak akan ada nafsu dan hasrat untuk berjuang dalam kehidupan yang penuh ujian dan tantangan. Emosi negatif merupakan karunia terindah dari Sang Pencipta.

Tentulah Allah menciptakan emosi negatif bukan sebuah kesia-siaan, namun penuh nilai, makna dan hikmah. Allah mensifatkan manusia dengan lupa dan salah, namun manusia dianjurkan untuk menindih sifat lupa dan salah. Allah mensifatkan manusia dengan keluh kesah, namun Allah meminta manusia untuk selalu bersyukur. Begitu pula dengan emosi negatif dalam dirinya, Allah meminta manusia untuk menindih emosi negatif dengan emosi positif.

Menindih emosi negatif bukan agar kita selalu bahagia, namun tidak membiarkan emosi negatif berlangsung tak terkendali sehingga menghapus suasana hati yang menyenangkan. Suasana hati yang menyenangkan akan menjernihkan pikiran yang akan mengendalikan emosi agar dapat memutuskan yang baik dan benar.

Memiliki emosi negatif merupakan karunia terindah dari Allah yang seharusnya kita syukuri setiap saat. Namun kita sering tak mensyukuri karunia terindah itu karena sudah sangat biasa terjadi/rutin (take for granted). Bahkan ingin menghilangkan emosi negatif karena agar selalu bahagia. Memiliki emos negatif akan terasa lebih indah bila kita mampu mengelola emosi tersebut. Rasakan emosimu setiap saat seperti jiwa kedua yang mengawasi dan kelola lah emosimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s