Etika

Saat berbagi bahan ajar Etika Publik pada diklat prajabatan pola baru…

Etika adalah bagaimana melakukan hal-hal yang benar dan baik. Etika merupakan transformasi dari nilai-nilai (values) menjadi perilaku. Di dalam Islam, nilai-nilai tersebut adalah halal dan haram. Perbuatannya terpuji dan tercela. Sedangkan Etika publik adalah bagaimana melakukan hal-hal yang benar dan baik berkaitan dengan kebijakan pelayanan publik yang dilakukan oleh aparatur sipil negara (ASN).

Substansi etika publik adalah bagaimana caranya membuat hukum dan peraturan yang akuntabel dan transparan agar nilai-nilai mulia menjadi perilaku ASN sedemikian rupa sehingga pelayanan publik berkualitas dan relevan. Pelayanan publik yang berkualitas dan relevan akan mensejahterakan rakyat. Oleh karena itu, Haryatmoko (2015) menggambarkan etika publik dalam 3 dimensi yakni modalitas etika (infrastruktur etika yakni hukum dan peraturan), tindakan dan tujuan etika publik.

Penyebab utama pelayanan publik belum berkualitas/rakyat belum sejahtera adalah korupsi dan konflik kepentingan. Contoh perbuatan yang tidak etis (korupsi), kita membuat kuitansi bodong, dsb. Kemudian, seorang peserta diklat prajab bertanya,”Pak, jika saya menginap bersama teman saya dalam 1 kamar dengan rate Rp. 300.000 kemudian dibuat masing-masing orang dengan bill Rp. 300.000, apakah itu etis?”

Saya jawab, hal itu perilaku tidak etis atau tidak boleh karena perbuatan tidak jujur. Begitu pula, bila teman-teman menandatangani SPJ yang tidak kalian lakukan, juga tidak boleh. Karena itulah, kita di sini berbagi nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) dengan tujuan agar kalian memiliki perilaku yang mulia yakni melakukan hal-hal yang baik/ benar dan menjadi virus kebaikan bagi lingkungan kerja kalian. Dan saya percaya lebih banyak ASN yang ingin berbuat baik, jujur, amanah yang menginginkan Indonesia bersih.

Kompetensi etis dengan kesadaran membangun penalaran etis ini sangat penting agar kita memiliki kepekaan dan kepedulian saat mengambil kebijakan publik yang berorientasi kepada rakyat. Penalaran etis juga bertujuan agar setiap ASN dapat menolak perilaku tidak etis yang akan berdampak kepada rakyat secara tidak langsung.

Memiliki kompetensi etis, tidak akan menjadikan hidup kita nestapa dan merana. Tentu saja, kita juga harus memiliki kompetensi teknis yakni kita harus memiliki ketrampilan terspesialisasi pada bidang pekerjaan kita. Oleh karena itu kompetensi etis dan teknis harus tumbuh beriringan dan sejalan dalam menapaki kehidupan ini. Dan tempat kita bekerja, merupakan sarana meningkatkan perilaku etis (spiritual) dan ketrampilan diri kita. Karena bekerja bukan materi semata tapi juga meningkatkan spiritualitas diri. Dalam bekerja kita menghadirkan seolah-olah Allah mengawasi diri sehingga kita terhindar dari perbuatan tidak etis. Artinya, jika kita berada di masjid, gereja, vihara atau tempat ibadah berperilaku etis itu bagus. Akan lebih hebat, jika di luar tempat ibadah tersebut (tempat bekerja), kita juga berperilaku etis atau menolak perilaku tidak etis. Sehingga ibadah bukan menggugurkan sebuah kewajiban semata, namun juga dampak setelah ibadah itu yang lebih penting yakni terhindar dari maksiat/perilaku tidak etis.

Setelah jam pelajaran selesai, seorang peserta menghampiri saya dan bekata,”Pak, saya mau banyak konsultasi dengan bapak karena banyak masalah yang tidak etis di unit kerja saya.” Jawab saya,”silahkan saja. Namun harus dicatat bahwa saya bukan mufti yang bisa menjawab ini boleh atau tidak. Oleh karena itu, jangan selalu ikuti apa yang saya katakan karena saya bisa (banyak) salah. Jika kamu bingung, minta lah fatwa hati nuranimi. Jika perbuatan itu membuat hatimu gelisah, hati-hati karena kemungkinan besar itu tidak etis. Sebaliknya, jika hatimu damai/tentram, mungkin iperbuatan itu benar/baik. Etika bicara tentang refleksi baik/buruk, benar/salah tentang apa-apa yang kita lakukan dan itu bisa kita deteksi dengan hati nuranimu”.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s