Hidup Sekali dan Singkat, Harus Bermanfaat

Seorang yang telah meninggal memohon kepada Allah untuk dihidupkan kembali ke dunia dan berjanji akan melakukan kebaikan-kebaikan kepada sesama.

Hidup itu hanya sekali dan sangat singkat. Dulu, saya selalu mengantarkan anak pertama ke taman kanak-kanak sambil berangkat ke kantor. Sekarang anak lelakiku sudah kiuliah semester tiga dan kos. Tanpa kita sadari, di tengah kesibukkan, orang tua kita kembali kepada Sang Pemilik yakni Allah, kita tidak muda lagj dan anak-anak tumbuh dewasa.

Begitu lah waktu, Ia sangat cepat berlalu bagai awan putih di langit yang dihembus angin. Waktu tak dapat disimpan, maka manfaatkan waktu sebaik-sebaiknya. Waktu telah ada bersama terciptanya alam semesta, kehidupan dan manusia hingga telah melewati peradaban demi peradaban, melintasi negeri demi negeri, melampaui pulau demi pulau dan tanpa disadari menyapa di depan kita.

Sangat pentingnya waktu hingga Allah bersumpah demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebensran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Oleh karena itu lah, hidup yang hanya sekali dan sangat singkat ini, kita dianjurkan meraih seutuh-utuhnya hari ini dengan menyegerakan dan saling menasehati dalam kebaikan hingga bermanfaat untuk sesama. Jangan sampai ada dan tiadanya kita, sama saja, padahal Allah menghadirkan manusia di dunia ini karena kita dibutuhkan oleh sesama.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s