Makna Melakukan Pekerjaan

Host acara @nocomment kehabisan tanya kepada nara sumber karena jawabannya sangat di luar kelaziman (anti mainstream) di hiruk pikuknya kehidupan hedonis yang meterialisme. Nara sumber ini seorang dokter lulusan S3 Australia yang prakteknya tanpa plang dan membayar seikhlasnya. Bahkan ada pasien yang membayar dengan amplop kosong namun ayah 3 anak ini tidak marah. Lelaki asal Minang ini akan marah ketika pasien menanyakan biaya pengobatannya.
Perilaku dokter bernama dr. Aznan Lelo yang  2 anaknya telah menjadi dokter juga  bersedia melakukan pekerjaan tanpa dibayar. Bersediakah kita mencontoh perilaku dr. Aznan, yakni bersedia mengerjakan apa pun pekerjaan kita saat inj, seandainya tidak dibayar sepersen pun untuk itu? Kalau Saya belum dapat mencontoh periilaku dr. Aznan yang mulia ini dan keren.
dr. Aznan merupakan orang sukses sesuai nasehat Oprah Winfrey, ratu talk show yang terkenal, yakni,”Jika Anda bersedia melakukan pekerjaan Anda yang sekarang tanpa menerima bayaran, Anda dalam perjalanan menuju sukses.” Sebab jika Anda tidak digerakkan oleh motivasi uang, maka ada kekuatan lain yang lebih besar yang menggerakkan Anda. Kekuatan itu disebut dengan inner power, The Giant within yang akan meraih sukses.
Sikap dan perilaku dr. Aznan sangat berbeda dengan sebagian besar orang -termasuk saya- yang bekerja sekedar mendapatkan gaji semata yang berakibat bekerja tidak melibatkan hasrat, potensi-potensi kekuatan kita yang terpendam serta pilihan-pilihan terbaik kita. Sehingga kita menjalani pekerjaan sebagai rutinitas pergi pagi pulang sore tanpa tahu makna pekerjaan tersebut sebagai ibadah dan dampaknya spiritual kita tergerus maksiat-maksiat kecurangan sehingga hati ternoktah-noktah hitam yang sulit membedakan mana yang salah dan benar.
Oleh karena itu, kita perlu merenung dan berkontempelasi diri, Apa alasan kita melakukan pekerjaan? Mencari makna pertanyaan di atas akan menjadikan kita bertanya kepada bathin dan hati kita yang terdalam dengan bertafakkur tentang manusia, alam semesta dan kehidupan ini. Sehingga kita mencari jawaban dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup dan akan ke mana kita pergi? Pertanyaan ini yang kita lakukan secara terus menerus akan memperoleh jawaban yang cemerlang hingga kita dapat membersihkan noktah-noktah hitam yang berkerak di hati hingga hati kita dapat mengaktivasi sebagai kompas kehidupan. Akhirnya kita melakukan pekerjaan tidak hanya mencari materi semata, namun juga meningkatkan spiritualitas diri sehingga bertindak sebagai perisai dari kecurangan-kecurangan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s