⁠⁠⁠Cicak

Cicak-cicak di dinding
Diam-diam merayap
Datang seekor nyamuk
Hap…lalu ditangkap
Dari lagu di atas, cicak yang tidak bisa terbang makanannya nyamuk yang dapat terbang. Aneh. Bagaimana cicak hidup? Apakah nyamuk bunuh diri karena bosan hidup hingga menyerahkan dirinya untuk dimakan cicak? Tidak. Atau nyamuk tidak tahu ada pemangsanya? Insya Allah tahu karena binatang memiliki penciuman yang sangat tajam. Lalu apa?
Fakta di atas merupakan perumpamaan Allah yang sangat menakjubkan bagi orang-orang yang mau berpikir bahwa Allah menjamin rezeki bagi semua mahluq ciptaanNya. Allah menetapkan nyamuk untuk mendatangi cicak sebagai rezekinya untuk keberlangsungan hidup cicak. Dan seharusnya, bukti ini meyakinkan diri manusia untuk meyakini (belief) bahwa rezeki sudah dijamin oleh Sang Maha Pemberi Rezeki hingga orang harus berani menolak perilaku yang tidak etis (membuat kuitansi fiktif, memark up anggaran, membuat rapat tak efektif, dan kecurangan lainnya).
Keyakinan bahwa Allah menjamin setiap mahluq yang melata di bumi, dipegang teguh oleh seorang pejabat yang bercerita kepada saya. Keyakinannya begitu mengagumkan karena biasanya seorang pejabat akan mengikuti perintah atasannya yang tidak etis agar jabatannya aman atau mendapat promosi karena orientasi kehidupannya memiliki. Namun Beliau tidak seperti kebanyakan orang. Ia menolak perintah atasan yang tidak etis yang berakibat dipindahkannya, namun dengan level yang sama. Lelaki berpenampilan tenang ini, menerima keputusan tersebut dengan ridho karena rezeki tak akan tertukar.
Bahkan di tempatnya yang baru, Ia mengeluarkan uang Rp.10.000.000 dari kantong pribadi untuk kantor agar terlihat layak bagi tamu yang berkunjung. Dan yang lebih aneh bagi saya, Ia meminta istrinya untuk mengembalikan uang Rp. 1.000.000.000,- yang diberi oleh seseorang yang menang taruhan mengenai pilpres karena jawabannya berasal dari pejabat ini.
Keberanian menolak perilaku tidak etis berdasarkan keyakinan bahwa rezeki setiap mahluq dijamin Allah sungguh luar biasa dan aneh di tengah-tengah para pejabat yang takut menolak perilaku atasan yang tidak etis. Pejabat yang beranii mengambil pelajaran dan memberi makna tentang rezeki cicak. Cicak saja yakin tentang rezekinya, apalagi manusia yang memiki akal. Bila kita takut menolak perintah atasan yang tidak etis atau melakukan perilaku tidak etis, lihatlah cicak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s