Niat

Sesungguhnya perbuatan itu tergantung niatnya dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya.

Hadits di atas begitu bermakna dan mendalam yang awalnya saya tak memahaminya karena melibatkan hati dan perbuatan. Saya mencoba memahaminya dengan mengkontempelasi diri yakni menghubungkan hadits di atas dengan apa yang saya alami ketika berniat menjadi widyaiswara.
Niat awal saya menjadi widyaiswara adalah menjadi sebaik-baik manusia yang bermanfaat untuk banyak orang dengan menyebarkan nilai-nilai kebaikan kepada peserta diklat dengan mengharap ridho Allah. Tentu saja setiap orang dengan posisinya masing-masing juga akan bermanfaat untuk sekitarnya dengan peran dan kontribusinya masing-masing seperti saya di unit kerja yang lama. Namun saya ingin bertumbuh dan lebih banyak yang mendengarkan.
Ketika niat kita baik, Allah memudahkan dan melapangkan urusan kita, hal itu terbukti begitu mudahnya jalan saya menjadi widyaiswara. Tentu saja jalan menjadi widyaiswara melalui usaha yang tekun dan atas kehendakNya. Begitu juga dengan perubahan diklat prajabatan/pimpinan pola lama menjadi pola baru mengedepankan nilai-nilai (values) yang ingin saya sampaikam dan telah membaca dari buku-buku pengembangan diri sebelumnya menjadi sesuatu yang sangat menarik dan sesuai niat awal saya. Karena dengan nilai-nilai mulia yang akan terinternalisasi dalam diri seseorang, maka perilaku seorang menjadi baik.
Hikmah dari niat baik, juga terbukti dari perajalanan saya ke kantor. Ternyata, jarak rumah dengan kantor dekat dan ditempuh dengan lancar, karena berlawanan arah dengan kebanyakan orang yang menuju pusat Jakarta. Kedekatan jarak ini tak pernah terbersit di benak saat akan menjadi widyaiswara. Dan masih banyak atau tak terbatas nikmat yang diberikan Allah kepada hamba yang lemah ini.
Akhirnya, melalui kontepelasi diri saya sedikit menyadari hadits di atas bahwa Sesungguhnya perbuatan itu tergantung niatnya dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Namun terkadang, niat baik melenceng dari relnya karena saya terkadang lupa dan salah serta ada bisikan-bisikan halus keburukan yang datang mengahampiri hati tanpa disadari sehingga ternoktah hitam. Dengan izin Allah, niat yang ternoktah hitam itu harus diperbaharui dan dibersihkan agar menjadi niat awal yang baik agar kita memperoleh kebaikan-kebaikan dari Sang Maha Pemberi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s