Mitos Posisi Jabatan dan Perubahan

“Nanti pak, kalo saya menjadi eselon 2, saya akan merubah seperti apa-apa yang bapak ajarkan”, kata seorang jaksa ketika saya mengajar para jaksa mata diklat integritas.
Banyak orang menganggap bahwa perubahan dapat dilakukan oleh orang-orang yang menduduki puncak pimpinan sehingga mereka menunggu menjadi pimpinan yang lebih tinggi untuk merubah. Tampak benar anggapan mereka, tapi bisa juga keliru.
Meraih pucuk pimpinan dianjurkan dengan cara baik dan benar, namun janganlah menunggu pucuk pimpinan untuk merubah lingkungan kita karena perubahan tidak menunggu kesempurnaan atau kita menjadi pucuk pimpinan sebuah organisasi. Perubahan dapat dilakukan di mana pun posisi kita dengan memperbesar kendali lingkaran pengaruh kita. Bukan sebaliknya menghabiskan energi di luar kendali pengaruh kita.
Melakukan perubahan dengan menunggu kesempurnaan akan membuat kita frustasi dan pesimis hingga kita akan cepat menyerah. Perubahan adalah melakukan kemajuan hari demi hari dengan metode/cara yang baru di mana pun posisi kita. Posisi kita saat ini adalah yang terbaik menurut ketetapan Allah. Janganlah menunggu kesempurnaan untuk berubah, tetapi teruslah melakukan perubahan sedikit demi sedikit hingga mendekati kesempurnaan di mana pun posisi kita berada

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s