⁠⁠⁠Mandiri

Semangat menyebarkan nilai-nilai kebaikan terkadang turun bila melihat kondisi bangsa yang sedang ‘sakit’ sehingga terkadang kita ‘mengelus dada’ dan bertanya pada diri, “Apakah aku dapa terus konsisten melawan deras arus keburukan-keburukan yang menghadang?”
Naik turunnya semangat untuk menyampaikan kebaikan-kebaikan untuk negeri yang kita cintai ini merupakan hal yang manusiawi karena sesungguhnya lemah, membutuhkan kepada yang lain dan terbatas. Selain kita berkolaborasi bersama semua elemen bangsa yang menginginkan kebaikan-kebaikan menjadi budaya bangsa ini, kita juga harus bersandar kepada yang layak kita sandarkan yakni Allah.
Bersandar kepadaNya membuat jiwa tentran dan hati tenang dan menguatkan kita untuk tetap konsisten mendaki menggapai tujuan. Selain itu, kita juga harus mandiri yang akan membuat kita tetap melawan arus keburukan-keburukan.
Kemandirian kita dapat dibangun oleh 3 kebiasaan efektif Covey yakni kebiasaan Proaktif, merujuk pada tujuan akhir dan dahulukan yang utama. Proaktif merupakan kebiasaan pertama umtuk mandiri dan substansi dari buku 7 habits.
Kebiasaan proaktif merupakan pemikiran yang melawan arus yakni bahwa nasib manusia ditentukan oleh 3 pengaruh (teori deterministik) yakni ditentukan gennya, pendidikan orang tuanya dan lingkungannya. Memang terlihat benar, namun sesungguhnya tidak karena ada kebebasan manusia yang merupakan anugerah besar dari Allah kepada manusia yakni kebebasan memilih. Manusia lah yang menentukan nasibnya sendiri. Hal ini juga sesuai dengan firman Allah SWT,”bahwa Allah tidak akan merubah nasib seseorang hingga orang tersebut merubah pola pikirnya sendiri.”
Kebiasaan kedua, merujuk kepada tujuan akhir yakni bahwa saat melakukan apa pun saat ini harus mengingat tujuan akhirnya/kematian. Dengan mengingat kematian, kita akan berusaha menggapai hari ini seutuh-utuhnya untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang bermanfaat untuk orang banyak karena kebaikan-kebaikan itulah sebagai bekal kita nanti. Oleh karena itu, kita tak akan mensia-siakan waktu karena waktu tak akan pernah kembali, maka menyampaikan kebaikan dan berintegritas terhadap apa yang kita sampaikan akan berdampak luar biasa. Karena sesuatu yang disampaikan dengan hati akan sampai pula ke hati.
Kebiasaan ketiga, Mendahulukan yang utama merupakan memilih prioritas. Banyak prioritas dalam kehidupan dan hidup harus memilih. Pilihan masa lalu menentukan hidup kita hari ini. Pilihan hari ini akan menentukan kehidupan kita nanti. Mendahulukan yang utama akan membuat kita efektif dan bahagia.
Ketiga kebiasaan di atas akan membuat kita mandiri dan sebagai pijakan kita untuk menjalin hubungan kita dengan yang lain tanpa mengorbankan idealisme diri kita. Memandirikan diri sendiri akan menjadikan kita dapat memilih hidup berdasarkan prinsip-prinsip diri yang ditopang nilai-nilai luhur sejatinya manusia. Dan kemandirian kita selayaknya kita sandarkan kepada Allah dan selalu berdoa kepadaNya, agar kita selalu diberi kekuatan untuk konsisten mendaki kehidupan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s