Memaksimalkan Otak Kanan

Mari disambi lontong oncom, combro dan lemon tea hangat sambil menyeruput tulisan ini….

Seorang pimpinan merasa aneh ketika saya akan mempresentasikan 7 Kebiasaan Manusia yang Paling Efektif karya Covey Sr karena saya lama bekerja di bidang neraca. “Kok orang neraca mempresentasikan pengembangan diri yang seharusnya orang psikologi?”, mungkin pikirnya. Pada kasus lain, seorang teman mengatakan tidak linier ketika mengetahui bawa saya akan berbagi ilmu Berpikir kreatif dan Inovasi, kemudian dilanjutkan satu hari berikutnya dengan kecerdasan Emosi. Apalagi, saya belum pernah mengampu/mengajar mata diklat berpikir kreatif dan inovasi dan amanahnya mendadak pula. Apakah ini nekat karena tidak linier?
Bukan nekat karena saya telah membaca buku-buku pengembangan diri dan buku 7 kebiasaannya Covey Sr yang merupakan salah satu buku kesukaan saya. Tentang berpikir kreatif dan inovasi, saya telah membaca buku Paul Arden, Richie Norton, membaca artikel-artikel berpikir kreatif di website, berguru selama 1 jam dengan seseorang yang membuat otak saya jungkir balik dan menulis tentang berpikir kreatif seperti broadcast ini untuk mengikatnya sebagai ilmu. Dan alhamdulillah, semuanya berjalan baik walaupun masih harus belajar untuk lebih baik lagi.
Orang bekerja sesuai bidang pendidikannya (linier) itu bagus dan merupakan fungsi otak kiri yang mencakup logik, matematik,  bahasa, analisis, evaluasi dan metodologi. Dunia pendidikan kita lebih mementingkan otak kiri -letak berpikir kritis- walaupun tidak mandiri dan tuntas (R. Kasali).
Sedangkan otak kanan yang mencakup seni, kreativitas, insight, imajinasi, emosi dan intuisi jarang diperhatikan dan kita pun jarang melatihnya. Otak kanan ini memang tidak linier. Misalnya seorang tehnik sipil/komputasi dapat bekerja di bidang administrasi/humas/manajemen. Tentu saja Seorang yang bekerja tidak sesuai dengan pendidikannya akan menjadi ahli dalam pekerjaan yang baru, jika memaksimalkan otak kanannya. Bagaimana memaksimalkan otak kanan?
Awalnya sesuatu yang baru (something new) tidak nyaman karena begitulah perubahan. Oleh karena itu, tetaplah merasa bodoh dan selalu lapar akan pengetahuan (stay foolish stay hungry) hingga kita akan menggali informasi, belajar, melakukan diagnosa reading dan mengeksplorasi pekerjaan baru. Kemudian bersungguh-sungguh membenamkan diri dengan pekerjaan baru tersebut hingga menjadi ahli.
Setiap diri pasti mampu melakukannya karena otak kanan sudah berada dalam diri kita. Sebenarnya, ketika kita memaksimalkan otak kanan sama seperti otak kiri merupakan perwujudan rasa syukur kepada Allah untuk membuka bingkisan terindah atas karuniaNya yang lama terbungkus berselimut selaput tipis dalam kepala kita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s