Bekerja itu Syukur

Marahlah dengan cerdas kepada pemimpin yang membuat kebijakan yang menyengsarakan rakyat, meyalahkan pihak lain (tidak bertangung jawab) dan tidak memiliki empathy terhadap orang banyak yang bersedih akibat kebijakannya. Jadikan pemimpin yang tidak bijak tersebut menjadi cermin bagi kita sebagai pemimpin (eselon 4 ke atas) yang bijak terhadap yang dipimpinnya. Jangan sampai kita sebagai pemimpin mencela kebijakan pemimpin pemerintahan ini, tanpa disadari pula kita membuat kebijakan yang mempersulit bawahan.
Hari ini, hari pertama bagi ASN masuk kerja setelah cuti bersama atas dasar kebijakan MENPAN RB yang mugkin kebijakan tersebut tanpa perencanaan sehingga melukai mudikers pegawai ASN yang telah memiliki tiket dan izin untuk cuti setelah lebaran dalam rangka mencari keberkahan orang-orang yang sangat dicintainya.
Oleh sebab itu, daripada kita berkeluh kesah mengapa kita bekerja hari ini lebih baik kita mensyukuri pekerjaan hari ini karena banyak orang yang belum bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Bekerja sebagai rasa syukur memiliki 2 kompetensi, yakni kompetensi spiritual dan kompetensi teknis.
Pertama, kompetensi spiritual adalah bekerja sebagai wujud ibadah yakni bertebaranlah kalian di muka bumi dalam menafkahi keluargamu dan juga sebagai ajang peningkatan spiritualitas karena dalam dunia kerja ada ujian-ujian keimanan kita, seperti kejujuran, anti korupsi, kecurangan, konflik kepentingan dan empathy kepada yang dipimpinnya.
Kedua, kompetensi teknis yang memiliki  2 syarat dalam bekerja, yakni pertama, Ihsan yang bermakna kita harus memberi output/outcome lebih dari yang mengamanahi pekerjaan. Di sini dibutuhkan kompetensi berpikir kreatif yaitu melakukan improvement (nilai tambah) terus menerus terhadap pekerjaan kita. Bukan sebagai rutinitas tanpa makna yang hanya mengulang pekerjaan yang sama berulang-ulang.
Kedua, Itqon yakni bersungguh-sungguh dalam bekerja. man jadda wa jadda, yakni barang siapa bersungguh-sungguh dalam bekerja maka Ia akan memperoleh hasil yang memuaskan. Dalam itqon diperlukan keahlian dalam jobdesk yang diberikan sehingga kita benar-benar ahli dalam bidang pekerjaan tersebut. Bukan pemimpin yang berada pada level 1 yakni pemimpin yang naik karena diangkat semata tanpa meningkatkan keahliannya (John Maxwell) dan tanpa karya yang ditinggalkan.
Bekerja sebagai tanda syukur bukan ucapan tanpa tindakan, tetapi harus memilki 2 kompetensi di atas, yakni spiritual dan teknis. Kedua kompetensi tersebut harus kita asah setiap saat sehingga bekerja menjadi kesyukuran kita atas karunia_Nya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s