Menimbun “sampah” di hati

Jawablah pertanyaan ini dengan jujur dan hati yang paling dalam, “Apa sikap Anda ketika melihat orang lain memperoleh nikmat lebih besar?”. Jawaban hati nurani Anda sangat penting untuk mengenali emosi diri Anda yang merupakan tahap awal dari kecerdasan emosi.
Bila jawaban hati nurani emosi positif yakni bahagia, bersyukurlah. Namun, sebaliknya, bila kita sedih melihat orang lain memiliki nikmat lebih besar dari kita, harus hati-hati dan jangan membiarkan penyakit hati (sampah) itu yakni iri tercela (dengki) mengendalikan jiwa kita.
Bila iri tercela ini mengendalikan jiwa berarti kita menumpuk “sampah” di dalam hati yang akan menggerogoti jiwa secara psikis dan akan menyebabkan stress. Iri tercela merupakan penyakit hati yang adil yakni sebagai pemangkas kebaikan-kebaikan orang yang iri seperti kayu bakar. Sikap iri tercela juga merupakan sikap orang yang tidak mensyukuri nikmat dan lancang terhadap hak prerogatif Allah, Sang Pemberi Rezeki.
Namun, bila kita mengenali emosi negatif tersebut yang merupakan alam bawah sadar, kita dapat mengendalikannya sebelum penyakit hati itu membesar sehingga kita dapat membuat keputusan yang bijak dengan meyakini bahwa rezeki manusia sudah tertulis dan sesuai takarannya oleh Allah sehingga tidak akan tertukar. Keyakinan tersebut yang akan membuat kita bahagia melihat orang lain mendapat nikmat dan kita akan bebas dari stress.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s