Jangan Terpaku Lama dan Terus Tumbuh

Sambil menyeruput teh hangat ditemani ketan, pisang goreng dan risol yang disediakan cinta, yuuk kita seruput tulisan ini…..

Saya dikatakan hebat dapat mengajar eselon 3 para jaksa. Saya disebut mandiri dan mantap dengan posisi widyaisawara/guru bangsa sekarang. Inpirasi saya, saat mengawali pelajaran perekaman data dikatakan tepat di mana para peserta kebanyakan gol. 2 dari Kementrian Keuangan.
Alhamdulillah, semuanya atas izin Allah, ketekunan dan dilakukan karena cinta (passion). Namun saya tetaplah merasa bodoh agar terus belajar. Saya tak ingin sombong karena kesombongan awal kejatuhan.
Saya tak boleh terpaku lama atas apresiasi/pujian (zona nyaman) tersebut yang terkadang membuat terlena. Saya — setiap orang bisa — harus terus tumbuh dengan terus belajar untuk meningkatkan kemampuan sebagai rasa syukur membuka bungkusan terindah yang dianugerahkan Allah kepada kita. Jangan terpaku lama dan teruslah tumbuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s