Percaya Diri atau Kemampuan (lebih dulu)?

Suatu hari teman yang baik hati dan tidak sombong menelponku untuk mengampu (mengajar) integritas. Ia meyakinkan bahwa saya bisa berdasarkan tulisan-tulisan yang biasa saya kirim. Saya pun menyanggupinya karena selalu teringat jika suatu kesempatan diamanhkan kepadamu, “katakan bisa.”
Ternyata, saya mengajar Diklatpim III (eselon 3) para jaksa di Badiklat Kejaksaan RI. Tentu saja, saya khawatir karena saya tidak pernah mengajar integritas, diklatpim III dan pesertanya para jaksa yang mengerti hukum pula. Namun saya selalu teringat bahwa saya harus percaya diri. Maka saya affirmative rasa percaya diri ke dalam hati.
Percaya diri akan mendorong saya melakukan tindakan untuk mempelajari integritas. Saya pun mempelajari integritas dan membuat powerpoint yang menarik disertai film, studi kasus dan story telling serta sedikit permainan.
Alhamdulillah, atas izin Allah saya telah menyelesaikan amanah dengan senang yang diawali  percaya diri yang mendorong saya untuk belajar memiliki kemampuan baru. Saya menyadari bahwa saya harus selalu belajar, belajar dan belajar lagi. Percaya dirilah karena keyakinan tersebut akan membuka jalan untuk sebuah keahlian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s