Kecerdasan Emosi (EQ)

Sambil ditemani 2 ketan, gemblong dan teh hangat, yuk kita kenali emosi…

Kemarin, pengalaman pertama saya berbagi ilmu kecerdasan Emosi. Sebuah tantangan menarik bagi saya. Saya mempersiapkan pembelajaran dengan menghubungkan bacaan-bacaan dari buku-buku ‘Kecerdasan Emosi’ oleh Goleman; ‘Awaken Giant Within’ oleh Antoni Robbin; ‘7 Habbits’ oleh Covey dan ‘The Magic of Making Training Fun’ oleh Palan.
Ikut merasakan emosi peserta adalah sebuah satu tahapan kecerdasan emosi dan awal sebuah pembelajaran. Memahami tujuan kecerdasan emosi agar mereka menjadi pemimpin perubahan dengan permainan yang menyenangkan (mengungkapkan perasaan diri kpd orang lain dan memahami perasaan orang lain/empati, negosiasi, komunikasi efektif, role playing memimpin rapat) merupakan pembelajaran sambil bermain.
Dari pembelajaran yang menyenangkan -menurut persepsi saya- saya berharap mereka -termasuk saya- dapat mengenali emosi diri setiap saat, mengelola emosi tersebut, menjadikan emosi tsb sebagai motivasi diri sendiri, dapat menyelami emosi orang lain sehingga dapat menjaga hubungan dengan orang lain. Kelima hal itulah substansi kecerdasan emosi.
Emosi (marah, cinta, benci, senang, takut, khawatir, kesal, dll) bagaikan badai biokimia yang bergejolak dalam jiwa yang dapat kita rasakan dan anugrah terindah dari Allah. Gunakan emosi diri sebagai kemajuan kita bersama IQ. Bagaimana emosimu saat ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s