Menunda Keinginan

“Yah, Aya ingin main games online deh. Tapi kan mau ulangan tengah semester (UTS) ya. Gimana ya Yah?”, tanya putriku.
“Aya tunda dulu keinginan main games online. Nanti setelah UTS baru Aya main games online. Aya ingin nilai bagus dengan minta didoain namun berperilaku main games, itu bertentangan antara  keinginan dan tindakan. Menunda keinginan sebentar untuk mencapai tujuan itu lebih baik Nak.
Berkaitan menunda keinginan, saya teringat tes Marshmallow yang diujikan pada anak-anak usia 4 tahun yang ditawarkan permen warna warni yang menarik untuk segera dimakan. Tesnya adalah,”Jika Anda mau menunggu seorang sampai menyelesaikan tugasnya akan mendapat 2 bungkus sebagai hadiah. Jika tidak mau menunggu, Anda hanya diberi 1 bungkus dan memperolehnya saat itu juga.
Jika menunda keinginan kita kaitkan dengan kehidupan dengan kebiasaan efektif ke 2 Covey Sr yakni Memulai awal dengan mengingat akhir (kematian), maka kita dapat menunda keinginan atau dorongan hati untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang Allah di dunia ini (korupsi, curang, memakan hak orang lain, serakah, berdusta, menggunakan barang milik negara, dsb) yang fana untuk menggapai tujuan hidup yang lebih mulia yakni kehidupan akhirat yang kekal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s