Keinginan, Inovasi dan Keseimbangan

“Saya ingin membuat ini tuh pak. Hal itu sangat bermanfaat bagi banyak orang. Apakah itu inovasi dan tupoksi saya?”, kata seorang.
Keinginan adalah dorongan hati seseorang untuk melakukan tindakan. Keinginan merupakan potensi diri yang tercipta saat manusia diciptakan Allah. Keinginan adalah hal yang sangat penting dalam memunculkan kreativitas. Bright bersaudara memiliki keinginan agar manusia dapat terbang hingga berdua mencoba seperti burung dan dianggap orang gila. Namun dari keinginan tersebut, akhirnya manusia bisa terbang dengan pesawat. Google dan Facebook memberi 20 persen waktu kerja kepada pegawainya untuk melakukan apa-apa yang mereka inginkan. Dan kita lihat, google dan facebook tetap bertahan dengan inovasi-inovasinya.
Maknanya, kreativitas akan tumbuh ketika keinginan seseorang diberi ruang ‘kebebasan’. Kebebasan di sini tentu saja tidak berarti kebebasan yang kebablasan. Kebebasan di sini tentu dibatasi rambu-rambu namun tidak membelenggu imaginasi seseorang karena imajinasi sangat penting. Belenggu kreativitas bisa sebuah metode-metode baku, SOP, tupoksi, dsb.
Akhirnya dibutuhkan harmonisasi untuk menyeimbangkan antara keinginan yang cenderung liar (‘kebebasan’) dengan rambu-rambu yang tidak membelenggu keinginan untuk berimajinasi. Dengan harmonisasi akan tumbuh inovasi-inovasi yang bermanfaat untuk banyak orang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s