Stimulus dan Respon

Sambil menyeruput teh hangat ditemani bakwan isi udang, tahu isi telor dan lontong, yuk kita lanjutkan tema kemarin yakni berbahagialah..

Emosi negatif (sedih, khawatir, kesal, benci, marah, sakit hati, dll) dan emosi positif (senang, bahagia, cinta, suka,dll) silih berganti bagai bergulir siang dan malam dalam kehidupan. Itulah realitas kehidupan hingga hidup menjadi indah. Emosi tersebut muncul dari stimulus/rangsangan di luar diri. Misalnya, mobil kita diserempet motor hingga penyok, secara otomatis kita kesal dan marah. Karena kesal, mungkin kita akan mengeluarkan kata-kata umpatan (respon).
Kata bijak mengatakan, “Bukan masalahnya yang penting, namun bagaimana kita merespon masalah yang ada.” Makanya Respon (a)bility bermakna  kemampuan merespon.
Bagaimana respon yang baik? Di antara stimulus dan respon ada ruang di mana kita memiliki kehendak untuk memilih sikap, niat dan hati nurani untuk menentukan respon. Ruang itulah yang sangat penting. Di ruang itulah, pemikiran/akal  berperan mengenali emosi, mengelola emosi dan menentukan sikap yang berdampak pada perilaku kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s