Menghadirkan Kebersyukuran

Kemarin. Di atas motor tuaku dan keramaian, air mataku menetes, terisak. Hal ini terjadi lebih dari sekali. Bukan menangis saat heningnya malam ditemani temaram lampu dan merah saganya langit. Mengapa? apakah ada kesedihan menimpa?
Bukan. Kebersyukuran keberlimpahan yang kurasakan. Aku membathin,”Nikmat Tuhan mana lagi Irkham yang akan kau dustakan?”.
Sungguh aku bersyukur masih dapat mengendarai motor ini, dapat menulis broadcast ini, dapat membaca, bersama orang-orang yatng kucintai, memberi kebutuhan keluarga, masih dapat merasakan pahit dan manisnya makanan, mendapat pekerjaan, menatap birunya langit dan merasakan angin meraba raga, merasa dinginnya air pagi saat menyentuh tubuh dan nikmat Allah lainnya.
Sungguh aku tak layak mengeluh di tengah keberlimpahan nikmatMu Ya Allah. Ya Allah teruskan hadirkan rasa dan pikiran keberlimpahan ini kepadaku……(to be continued)
———————–
21 Januari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s