Terperangkap Aktivitas Pekerjaan

Seorang wanita curhat seperti ini:
“Pas banget pak…, baru kemarin chatting dgn seorang teman tentang ‘betapa dgn pekerjaan saat ini, seperti ga ada lagi cukup waktu untuk semuanya’, buat bersosialisasi hangout dengan teman n keluarga, buat mengembangkan diri,  membaca yg jadi hobi aja dah lama jadi hal yg sangat langka banget bisa dilakukan. Dan saat waktu rasanya berlalu begitu cepat, bener2 pengennnn banget ada di tmpt yg menghargai setiap pekerjanya….”
Richie Norton dalam bukunya “Kekuatan dalam Memulai Hal Bodoh”, menggambarkan dengan menarik bahwa wanita di atas ‘terperangkap aktivitas’. Terperangkap aktivitas merupakan rencana hidup yang tertunda. Artinya, kita ingin melakukan apa yang kita inginkan seperti, bersosialisasi, hangout dgn teman dan keluarga, mengembangkan diri, dan membaca buku yang disenangi nanti saja setelah pensiun karena sekarang sangat sibuk mengejar kesejahteraan.
Menurut Stephen Covey (R Norton, 2002),”Sangatlah mudah terjebak perangkap aktivitas, kesibukan hidup, untuk bekerja lebih keras dan lebih keras lagi untuk mengejar kesejahteraan…”
Mengejar kesejahteraan merupakan hal yang sangat penting, namun jangan sampai menghilangkan kebahagiaan yakni melakukan hal-hal yang ingin kita lakukan. Seiringlah, lakukan apa yang harus kita lakukan (kerjakan) dan lakukan apa yang ingin kita lakukan.
—————————————————
1 Muharram 1437

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s