Surat Perpisahan

Sahabat, Aku akan pergi untuk waktu yang lama…
Hampir sebulan bertamu namun seringkali aku ditinggal sendirian.
Walau sering dikatakan istimewa namun perlakuanmu tak luar biasa.
Oleh-olehku nyaris tak kau sentuh…
Alquran hanya dibaca sekilas, kalah dengan update status smartphone dan
tontonan.
Shalat tak lebih khusyu, kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran.
Tak banyak kau minta ampunan, karena sibuk menumpuk harta demi THR dan
belanjaan.
Malam dan siang mu tak banyak dipakai berbuat kebajikan, kalah
dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadhan.
Tak pula banyak kau bersedekah, karena khawatir tak cukup buat
mudik dan liburan.
Sahabat, aku seperti tamu yang tak diharapkan. Hingga,
sepertinya tak kan menyesal kau kutinggalkan.
Padahal aku datang dengan kemuliaan, seharusnya tak pulang
dengan kesiaan.
Percayalah, Aku pulang belum tentu kan kembali datang, sehingga
seharusnya kau menyesal telah menelantarkan.
Masih ada setengah hari kita bersama sebelum mentari tenggelam
Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pergi…
“Karena umurmu hanyalah cerita singkat yang akan dipertanggungjawabkan dengan panjang”.

Bumi Allah, 29 Ramadhan 1436H
Sahabatmu,

Ramadhan

#Rabbana semoga kemuliaan Ramadhan kali ini masih bisa kita dapatkan….
Aamiin. ..:) šŸ™‚
—————————————————-
Copas dari sebelah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s