Tafakur

“Barangsiapa menghendaki kemuliaan akhirat, maka hendaknyalah Ia memperbanyak tafakur. Dengan merenungi perumpamaan, bertambahlah ilmu pengetahuan; dengan mengingat-ingat nikmat Allah, bertambahlah kecintaan kepada_Nya; dan dengan bertafakur, bertambahlah ketaqwaan kepada_Nya (Ibnu Hatim).
“Milikilah kepandaian berbicara dengan banyak berdiam, dan milikilah kepandaian dalam mengambil keputusan dengan berpikir (tafakur) (Imam Syafi’i)
Dari 2 kalimat di atas, tafakur merupakan kegiatan yang sangat penting. Apa itu tafakur? Sambil menikmati shaum Ramadhan dan mentafakuri langit tak bertiang, kita renungkan makna dan hikmah tafakur.
Tafakur adalah suatu pekerjaan dalam bentuk memikirkan kekuasaan Allah SWT atas kehidupan manusia dan alam semesta dengan akal dan hati. Tafakur adalah pangkal segala kebaikan. Tafakur akan membuahkan pengetahuan. Pengetahuan akan melahirkan perubahan keadaan yang terjadi pada hati. Perubahan keadaan hati akan melahirkan kehendak. Kehendak akan melahirkan amal perbuatan.
Dalam Ramadhan ini, tafakur tentang ciptaan Allah SWT akan membuahkan taqwa sesuai tujuan shaum Ramadhan. Dengan tafakur, akan tumbuh kesadaran bahwa shaum Ramadhan bukan hanya rutinitas dan menggugurkan kewajiban, namun menambah kecintaan kepada Allah SWT dan menghindar dari berbagai penyakit syubhat menuju keyakinan yang menyejukkan hati dan keimanan yang menentramkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s